Home / Berita / BEM FAKULTAS TEKNIK UNIDHA MALANG GELAR SEMINAR & WORKSHOP AI, KUPAS TUNTAS PRO-KONTRA PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DALAM PENELITIAN

BEM FAKULTAS TEKNIK UNIDHA MALANG GELAR SEMINAR & WORKSHOP AI, KUPAS TUNTAS PRO-KONTRA PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DALAM PENELITIAN

Unidha-Malang. Universitas Wisnuwardhana Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik, digelar kegiatan Seminar & Workshop Fun Experience Sharing Season II dengan tema “Tips Pro-Kontra Pemanfaatan AI dalam Penelitian” pada 25 April 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika Universitas Wisnuwardhana Malang.

Seminar dan workshop tersebut menjadi salah satu forum edukatif yang membahas secara mendalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan akademik, khususnya dalam dunia penelitian dan penulisan ilmiah mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis mengenai AI, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab dalam menunjang proses akademik. Mulai dari pencarian referensi, pengolahan data, penyusunan kerangka penelitian, hingga pemanfaatan AI sebagai alat bantu pengembangan ide menjadi pembahasan utama dalam seminar ini.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Anton Prayitno, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan AI merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang besar bagi dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak dapat dihindari sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi dan literasi digital yang baik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Pemanfaatan AI dalam penelitian sebenarnya dapat membantu mahasiswa menjadi lebih efektif dan efisien dalam bekerja. Namun demikian, penggunaannya tetap harus memperhatikan etika akademik, orisinalitas karya, serta kemampuan berpikir kritis. Jangan sampai AI justru membuat mahasiswa kehilangan kreativitas dan kemampuan analisis,” ungkap Dr. Anton Prayitno, M.Pd.

Ia menjelaskan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu (tools) dan bukan sebagai pengganti kemampuan intelektual manusia. Dalam dunia penelitian, mahasiswa tetap dituntut memiliki pemahaman yang kuat terhadap metodologi penelitian, kemampuan menganalisis data, serta tanggung jawab terhadap hasil karya ilmiah yang dibuat.

Lebih lanjut, Dr. Anton juga menyoroti pentingnya kesadaran akademik dalam menghadapi era digital. Menurutnya, penggunaan AI tanpa pemahaman yang benar berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari plagiarisme, penyalahgunaan informasi, hingga menurunnya kualitas proses belajar mahasiswa.

“Teknologi akan terus berkembang. Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengendalikan teknologi tersebut untuk mendukung kualitas pendidikan, bukan justru membuat ketergantungan. Mahasiswa harus tetap menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan memiliki integritas akademik,” tambahnya.

Kegiatan seminar dan workshop ini berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan AI dalam penyusunan tugas akhir maupun penelitian ilmiah. Tidak sedikit mahasiswa yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai sisi positif maupun risiko penggunaan AI dalam dunia akademik.

Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Teknik terhadap perkembangan teknologi digital yang saat ini berkembang sangat pesat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami batasan serta etika dalam penggunaan AI sehingga dapat memanfaatkannya secara produktif untuk mendukung prestasi akademik.

Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat selama kegiatan berlangsung, ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber.

Melalui kegiatan Fun Experience Sharing Season II ini, BEM Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang mampu meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan revolusi teknologi di dunia pendidikan tinggi. (ron-red)