Home / Berita / SEMINAR “ECO-YOUTH MOVEMENT” FAKULTAS PERTANIAN UNIDHA MALANG DORONG GENERASI MUDA MENJADI AGEN PERUBAHAN LINGKUNGAN

SEMINAR “ECO-YOUTH MOVEMENT” FAKULTAS PERTANIAN UNIDHA MALANG DORONG GENERASI MUDA MENJADI AGEN PERUBAHAN LINGKUNGAN

Unidha-Malang. Universitas Wisnuwardhana Malang melalui Fakultas Pertanian sukses menyelenggarakan Seminar “Eco-Youth Movement” dengan tema “Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan dalam Mengurangi Dampak Sampah Plastik” di Aula F2 Universitas Wisnuwardhana Malang pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta berbagai tamu undangan yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah plastik.

Seminar ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya permasalahan sampah plastik yang hingga saat ini masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana Malang, Dr. Nurul Muddarisna, S.P., M.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun budaya sadar lingkungan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan yang diwujudkan melalui aksi nyata.

“Permasalahan lingkungan, khususnya sampah plastik, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gerakan dan inovasi yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan sampah plastik,” ujar Dr. Nurul Muddarisna.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemaparan dari Dr. Yekti Sri Rahayu, S.P., M.P. mengenai “Peran Generasi Muda dalam Gerakan Sadar Lingkungan.” Dalam materinya, beliau menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran sebagai agen perubahan, inovator, penggerak komunitas, sekaligus penjaga masa depan bumi. Generasi muda dinilai memiliki kreativitas, energi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga dapat menjadi motor penggerak berbagai kampanye dan program lingkungan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, sesi kedua disampaikan oleh Ibu Yeni Kristyowati yang membahas secara komprehensif mengenai Urgensi dan Pengelolaan Sampah Plastik. Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting, mulai dari upaya mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari, konsep dasar pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), metode pengolahan sampah plastik, tantangan dalam pengelolaannya, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Ibu Yeni menekankan bahwa pengurangan sampah plastik harus dimulai dari perubahan perilaku individu. Kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan praktik ramah lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu lingkungan. Berbagai pertanyaan dan gagasan disampaikan terkait solusi inovatif pengelolaan sampah plastik, pengembangan komunitas peduli lingkungan, serta peran kampus dalam mendukung gerakan keberlanjutan.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, tamu undangan, dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ucapan terima kasih secara khusus diberikan kepada Universitas Wisnuwardhana Malang atas dukungan penuh yang diberikan sehingga seminar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Melalui Seminar “Eco-Youth Movement”, diharapkan semakin tumbuh kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu, melainkan kewajiban bersama. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih baik. (ron-red)