PUNCAK DIES NATALIS KE-45 UNIDHA MALANG MERIAH, PERKUAT SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN INOVASI

Unidha-Malang. Universitas Wisnuwardhana Malang (Unidha Malang) menandai perjalanan 45 tahun pengabdiannya di dunia pendidikan melalui Puncak Dies Natalis ke-45 yang berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan rasa syukur pada 6 Juni 2026. Mengusung tema “Rayakan Perjalanan, Ciptakan Masa Depan”, momentum ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang universitas sekaligus peneguhan komitmen untuk terus berkembang dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan puncak diawali dengan senam bersama yang melibatkan Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Kebersamaan sivitas akademika semakin terasa ketika suasana kegiatan diramaikan oleh penampilan tari tradisional mahasiswa dan penampilan budaya lainnya.
Usai rangkaian pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H., M.H., Presiden Mahasiswa, Mahrus Arbani, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-45, Adelia Syafira.
Dalam sambutannya, Prof. Suko Wiyono, S.H., M.H. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Unidha yang telah memasuki usia 45 tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut tidak hanya ditandai oleh bertambahnya usia institusi, tetapi juga oleh kontribusi nyata Unidha melalui lulusan yang telah berkiprah di berbagai bidang dan wilayah di Indonesia.
“Kami sangat bangga melihat kiprah para alumni Unidha di luar sana. Pernah suatu ketika, seorang alumni Fakultas Hukum yang kini telah sukses dan berpangkat Kombes di Aceh datang menemui saya. Ini membuktikan bahwa lulusan kita mampu bersaing secara nasional,” ujar Prof. Suko.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi pengembangan universitas di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Menurutnya, kemajuan Unidha harus dibangun melalui kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika dan mitra eksternal.
“Kita harus saling mengisi, saling membantu, dan menjaga kebersamaan. Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—harus dikolaborasikan dengan pihak luar. Melalui kerja sama yang kuat, kemajuan pasti akan diraih,” tegasnya.
Dorongan terhadap peningkatan kualitas akademik juga menjadi perhatian Rektor. Para dosen didorong untuk semakin aktif menghasilkan penelitian dan pengabdian yang berdampak, sekaligus meningkatkan jenjang akademik hingga mencapai profesor.
“Minat penelitian harus semakin ditingkatkan. Kami terus mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk segera meraih gelar Guru Besar. Kuncinya adalah menekuni Tri Dharma secara konsisten dan penuh kekompakan,” imbuhnya.
Sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Unidha, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor bersama jajaran pimpinan. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol harapan agar Unidha Malang terus tumbuh, berprestasi, dan mampu menciptakan masa depan pendidikan yang semakin berkualitas.
Puncak perayaan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan universitas.
Dari sisi mahasiswa, Dies Natalis ke-45 dipandang sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan Unidha sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan. Presiden Mahasiswa Unidha, Mahrus Arbani, menyebut perayaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk menghargai berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan kampus.
“Dies natalis ini adalah ruang refleksi untuk menghargai orang-orang yang telah berperan besar dalam memajukan kampus. Dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, kita disatukan dalam satu wadah besar bernama Unidha Malang. Kami siap membawa nama kampus ini terus berkembang hingga ke kancah nasional dan internasional,” ungkap Mahrus.
Semarak Dies Natalis semakin terasa melalui berbagai kompetisi yang melibatkan sivitas akademika. Lomba Badminton, Lomba Senam Antar Fakultas, dan Lomba Menyanyi menjadi ruang untuk menumbuhkan sportivitas, kreativitas, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus.
Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-45, Adelia Syafira, mengatakan tema “Rayakan Perjalanan, Ciptakan Masa Depan” menjadi refleksi atas perjalanan Unidha selama 45 tahun sekaligus ajakan untuk terus melahirkan inovasi dan energi positif.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat semakin mengikat rasa kekeluargaan dan mempererat kebersamaan di antara seluruh civitas akademika Unidha. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan luar biasa,” tutur Adelia.
Kemeriahan tidak berhenti pada berbagai perlombaan. Penampilan spesial Guest Star DJ Frans turut menghidupkan suasana dan menghadirkan euforia bagi seluruh peserta. Panggung perayaan menjadi semakin semarak ketika seluruh sivitas akademika menikmati hiburan bersama setelah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi.
Penghargaan bagi para pemenang Lomba Badminton, Lomba Senam Antar Fakultas, dan Lomba Menyanyi kemudian menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas semangat, kreativitas, kerja keras, dan sportivitas yang telah ditunjukkan para peserta.
Pembagian doorprize turut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Antusiasme peserta semakin terasa hingga penghujung acara, sekaligus menutup perayaan Dies Natalis ke-45 dalam suasana penuh keceriaan.
Memasuki usia 45 tahun, Unidha Malang menegaskan bahwa perjalanan panjang bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan, Unidha berkomitmen memperkuat kiprah akademiknya di tingkat nasional maupun internasional. (ron-red)
45 tahun berkarya, berinovasi, dan tumbuh bersama. Rayakan perjalanan, ciptakan masa depan.
Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Universitas Wisnuwardhana Malang.
