Home / Berita / FAKULTAS TEKNIK UNIDHA MALANG GELAR PELATIHAN TANGGAP EMERGENCY BERSAMA RSU BRIMEDIKA

FAKULTAS TEKNIK UNIDHA MALANG GELAR PELATIHAN TANGGAP EMERGENCY BERSAMA RSU BRIMEDIKA

Unidha-Malang. Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana menggelar kegiatan Tanggap Emergency dengan tema “Membangun Budaya Siaga: Sigap, Tepat, dan Tanggap di Lingkungan Kampus” pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNIDHA Malang ini menghadirkan narasumber dari RSU Brimedika sebagai bentuk edukasi sekaligus pelatihan kesiapsiagaan darurat bagi civitas akademika.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan dengan antusias tinggi. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kampus, khususnya dalam penanganan pertama pada korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang, Dr. Ir. Sunyoto, S.T., M.T., menyampaikan pentingnya membangun budaya tanggap darurat di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh civitas akademika memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi emergency. Budaya siaga harus dibangun bersama agar setiap individu mampu bertindak sigap, tepat, dan tanggap ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan kampus,” ujar beliau.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Drg. Hendito Khairiansyah mengenai Company Profile RSU Brimedika. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai layanan kesehatan, fasilitas unggulan, serta komitmen RSU Brimedika dalam mendukung edukasi kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan medis yang cepat dan tepat.

Selanjutnya, materi utama mengenai tanggap emergency dan bantuan hidup dasar disampaikan oleh Maria Eni Susanti, S.Kep., Ners. Pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah dasar penanganan keadaan darurat, mulai dari mengenali kondisi korban, teknik bantuan hidup dasar (BHD), hingga simulasi pertolongan pertama pada situasi kegawatdaruratan.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan adanya sesi praktik langsung yang melibatkan peserta. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami tindakan awal yang harus dilakukan ketika menghadapi korban henti napas, pingsan, maupun kondisi darurat lainnya sebelum bantuan tenaga medis datang.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Universitas Wisnuwardhana Malang dan RSU Brimedika dalam membangun kesadaran pentingnya kesiapsiagaan darurat di lingkungan pendidikan. Diharapkan, melalui kegiatan ini budaya siaga dan kepedulian terhadap keselamatan bersama dapat terus tumbuh di lingkungan kampus. (ron-red)