UNIVERSITAS WISNUWARDHANA MALANG PERKUAT LANGKAH INTERNASIONALISASI MELALUI KOLABORASI BERSAMA UNIVERSITI MALAYA

Unidha-Malang. Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang terus memperkuat langkah internasionalisasi perguruan tinggi melalui perluasan jejaring dan kolaborasi akademik dengan mitra global. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui program International Student Inbound Mobility bersama Universiti Malaya, Malaysia, yang menghadirkan 44 mahasiswa untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik, budaya, dan pengenalan inovasi di lingkungan Unidha Malang.
Program bertajuk tersebut menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dari dua negara untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman akademik, serta perspektif mengenai pendidikan dan kebudayaan di kawasan serumpun.
Kehadiran mahasiswa Universiti Malaya disambut langsung oleh Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan dan civitas akademika Unidha. Penyambutan tersebut menandai semakin terbukanya ruang kolaborasi internasional yang dibangun Unidha Malang melalui mobilitas mahasiswa dan penguatan kemitraan antarperguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., menegaskan bahwa internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mahasiswa asing di lingkungan kampus, tetapi juga menciptakan pengalaman pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan perspektif, budaya, dan lingkungan akademik yang berbeda.
“Kepada saudara mahasiswa dari Universiti Malaya, jangan ragu bertanya, berdiskusi, dan berbaur dengan teman-teman dari Indonesia, khususnya dari Unidha Malang. Anggaplah kampus Unidha Malang ini sebagai kampus kedua kalian. Anggaplah Malang sebagai rumah kedua kalian. Kami di sini adalah keluarga kalian,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menggambarkan pendekatan internasionalisasi Unidha Malang yang mengedepankan academic hospitality, keterbukaan, dan interaksi lintas budaya. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai pengalaman dan perspektif dari komunitas akademik internasional.
Dari Mobilitas Mahasiswa menuju Kolaborasi Berkelanjutan
Program inbound mobility ini menjadi bagian dari upaya Unidha Malang memperluas jejaring internasional melalui kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan institusi.
Dosen pendamping Universiti Malaya, Dr. Hamdan Chehdimae, mengapresiasi sambutan dan rangkaian kegiatan yang disiapkan Unidha Malang. Ia menilai pertemuan kedua institusi membuka peluang untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang mobilitas mahasiswa, tetapi juga pendidikan, bahasa, ekonomi, dan kebudayaan.
Penguatan hubungan kelembagaan juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan empat fakultas di lingkungan Unidha Malang. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan akademik yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara Unidha Malang dan Universiti Malaya.
Bagi Unidha Malang, jejaring internasional merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terbuka. Pertukaran mahasiswa, kolaborasi akademik, dan interaksi lintas budaya menjadi instrumen untuk memperluas pengalaman global mahasiswa sekaligus meningkatkan eksposur Unidha Malang di tingkat internasional.

Internasionalisasi Berbasis Budaya dan Inovasi
Menariknya, pengalaman internasional yang diberikan Unidha Malang tidak hanya berlangsung dalam ruang akademik formal. Para mahasiswa Universiti Malaya diajak mengenal langsung kekayaan budaya, inovasi pembelajaran, teknologi, hingga pengembangan pertanian yang menjadi bagian dari aktivitas akademik Unidha Malang.
Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mahasiswa mengikuti kegiatan Collaboration of Cultures melalui praktik mencanting batik khas Malangan. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa internasionalisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memperkenalkan inovasi media pembelajaran matematika. Mahasiswa Universiti Malaya mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mencoba berbagai media pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses pendidikan yang kreatif dan interaktif.

Di Fakultas Teknik, rombongan diperkenalkan dengan berbagai inovasi energi terbarukan, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan teknologi pirolisis.

Adapun Fakultas Pertanian memperkenalkan konsep urban farming melalui kebun percobaan kampus. Mahasiswa mendapatkan pengalaman mengenai pemanfaatan lahan terbatas melalui metode raised bed, polybag, hidroponik, hingga akuaponik.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi Unidha Malang dibangun dengan mengangkat potensi akademik sekaligus kekayaan lokal. Mahasiswa internasional tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga diajak mengenal inovasi dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan kampus.
Membangun Kampus dengan Perspektif Global
Antusiasme mahasiswa Universiti Malaya selama mengikuti program menjadi bagian penting dari pengalaman internasional yang ingin dibangun Unidha. Interaksi langsung dengan mahasiswa dan dosen Unidha Malang memberikan ruang bagi peserta untuk memahami Indonesia dari perspektif akademik sekaligus budaya.
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unidha Malang, Firina Lukitaningtias, S.Si., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh rombongan Universiti Malaya. Ia berharap program tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat memperkaya perjalanan akademik para mahasiswa.
Melalui program International Student Inbound Mobility bersama Universiti Malaya, Unidha Malang terus memperlihatkan arah pengembangan kampus yang semakin terbuka terhadap jejaring global. Internasionalisasi Unidha dibangun melalui kolaborasi, mobilitas mahasiswa, pertukaran budaya, penguatan akademik, dan pengembangan inovasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi Unidha Malang untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berakar pada nilai dan potensi lokal, tetapi juga memiliki wawasan global, jejaring internasional, dan daya saing di tingkat regional maupun internasional.
Kolaborasi dengan Universiti Malaya menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan tersebut: membuka kampus untuk dunia, sekaligus memperkenalkan potensi Unidha dan Indonesia kepada komunitas akademik internasional. (ron-red)
